Langit

September 20th, 2010

Siang itu matahari bersinar cukup terik, dan langit membentang dengan cerahnya. Aktifitas terakhir hari itu seharusnya bermain tenis di bilangan Patra Kuningan, sebelum saya kembali ke tempat saya sementara di seberang sana.

Kendaraan saya lajukan dengan kecepatan 40 km/jam, perlahan saja. Langit di hadapan saya benar-benar terbentang dengan indah. Beruntung saya membawa kamera, yang hampir 9 bulan ini menemani perjalanan hidup saya.

Saya beruntung, mendapatkan moment, yang menurut saya, jarang saya saksikan. Jadilah hampir satu jam saya menghabiskan waktu di atas jembatan antara Kuningan dan Menteng, dimana di dekatnya berdiri tegak bangunan-bangunan hutan beton. Diantara bangunan-bangunan tersebut, berdiri perkasa 3 buah apartemen, yang menjulang. Saya menyebutnya 3 towers.

Tak jauh dari situ, aliran sungai Ciliwung nampak membelah jalanan ibukota. Sayang sekali, kejernihannya telah tersamarkan oleh polusi dan sampah.

Siang itu suasana cukup lengang, mungkin karena hari libur dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1431 H. Saya sempat takjub dengan kelengangan saat itu. Tapi sekali lagi, langit yang menyempurnakannya.

Yang pasti, saya sangat beruntung bisa menyaksikan keindahan lukisan dari Yang Maha Pencipta di siang hari itu.

Semoga saya semakin bersyukur …….

Filed under: Stories

One Comments to “Langit”

  1. Yaya says:

    Hai Mamat..
    apa kabar?

    Masih puitis aja :-)

    Kangen baca tulisannya lagi

Leave a Reply

(required)

(required)